Logo
GASORA Provinsi Maluku Utara
Akses Admin
← Kembali ke Beranda

Katalog & Ensiklopedia Zat Adiktif

Daftar jenis dan bahaya zat narkotika yang dikelola secara dinamis.

Zat Adiktif

Inhalan / Lem & Aibon

Solven Volatil

Uap zat kimia rumah tangga atau industri yang dihirup untuk mendapatkan efek intoksikasi sesaat.

Efek Fisik: Pusing, jalan sempoyongan, pingsan, rusaknya organ penciuman dan tenggorokan.
Efek Psikologis: Halusinasi jangka pendek, kehilangan kendali emosi, kebingungan.
Bahaya Utama: Sudden Sniffing Death Syndrome (kematian mendadak akibat henti jantung saat menghirup).
Golongan III

Kodein

Opioid Ringan

Obat pereda batuk dan nyeri dari opium dengan daya adiktif lebih rendah dari morfin namun tetap berbahaya jika disalahgunakan.

Efek Fisik: Kantuk berat, pusing, konstipasi, serta tekanan darah menurun.
Efek Psikologis: Rasa rileks berlebihan dan penurunan tingkat kesadaran.
Bahaya Utama: Ketergantungan psikologis jika dikonsumsi melebihi dosis medis.
Golongan II

Morfin

Opioid / Analgesik

Alkaloid analgesik kuat yang ditemukan pada opium. Digunakan secara medis untuk meredakan nyeri hebat.

Efek Fisik: Penyempitan pupil, penurunan frekuensi napas, mual, dan sembelit berat.
Efek Psikologis: Rasa tenang buatan (sedasi), ketergantungan mental dan fisik yang sangat cepat.
Bahaya Utama: Depresi pernapasan fatal (berhentinya napas) saat terjadi overdosis.
Golongan I

Ekstasi (MDMA)

Stimulan / Halusinogen

Bahan kimia sintetik yang sering berbentuk tablet berlogo menarik. Mengubah suasana hati dan persepsi sensori.

Efek Fisik: Dehidrasi berat, peningkatan suhu tubuh drastis (hipertermia), kejang otot rahang.
Efek Psikologis: Euforia berlebih diikuti depresi berat saat efek obat habis, kebingungan.
Bahaya Utama: Gagal ginjal, gagal hati, dan serangan jantung mendadak.
Golongan I

Ganja (Cannabis)

Halusinogen / Depresan

Tumbuhan budidaya yang mengandung zat THC yang mempengaruhi fungsi otak dan persepsi realitas.

Efek Fisik: Mata merah, mulut kering, koordinasi motorik menurun, peningkatan nafsu makan berlebih.
Efek Psikologis: Gangguan memori jangka pendek, ilusi visual/auditori, penurunan motivasi.
Bahaya Utama: Kerusakan paru-paru jangka panjang, penurunan fungsi kognitif, serta memicu gangguan psikosis.
Golongan I

Sabu (Methamphetamine)

Stimulan

Zat psikostimulansia berbentuk kristal bening atau putih yang tidak berbau dan terasa pahit.

Efek Fisik: Detak jantung cepat, penurunan berat badan drastis, kerusakan gigi (meth mouth), insomnia berat.
Efek Psikologis: Paranoia, halusinasi, perilaku agresif, serta gangguan kecemasan berat.
Bahaya Utama: Kerusakan permanen pembuluh darah otak, gagal jantung, dan kematian akibat overdosis.